Surat An-Nas
Manusia
Makkiyah • 6 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Qul a‘ūżu birabbin-nās(i).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia,
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada umatmu, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menciptakan, memelihara, dan mengurus manusia.
مَلِكِ النَّاسِۙ
Malikin-nās(i).
raja manusia,
Raja manusia, yang mengatur semua urusan mereka, dan Dia Mahakaya sehingga tidak membutuhkan mereka.
إِلٰهِ النَّاسِۙ
Ilāhin-nās(i).
sembahan manusia,
Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِۖ
Min syarril-waswāsil-khannās(i).
dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi
Aku berlindung kepada-Nya dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya,
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās(i).
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik, dan menjanjikan secara terus-menerus.
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ
Minal-jinnati wan-nās(i).
dari (golongan) jin dan manusia.”
Aku berlindung kepada-Nya dari setan pembisik kejahatan dan kesesatan yang berasal dari golongan jin, yakni makhluk halus yang tercipta dari api, dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak setan.