Surat Al-Qari’ah
Hari Kiamat yang Menggetarkan
Makkiyah • 11 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْقَارِعَةُۙ
Al-qāri‘ah(tu).
Al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan).
Hari kiamat yang mengerikan;
مَا الْقَارِعَةُ ۚ
Mal-qāri‘ah(tu).
Apakah al-Qāri‘ah itu?
apakah hari kiamat itu? Allah mengulang penyebutan kata “al-Qari’ah” untuk menggugah perhatian manusia tentang kengeriannya dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang terjadi pada hari itu.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
Wa mā adrāka mal-qāri‘ah(tu).
Tahukah kamu apakah al-Qāri‘ah itu?
Allah mengulangi sekali lagi pertanyaan itu agar manusia semakin tergugah, “Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?”
يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ
Yauma yakūnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡūṡ(i).
Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan
Allah menggambarkan dahsyatnya hari kiamat melalui dua hal, yaitu keadaan manusia dan gunung-gunung. Pada hari kiamat itu manusia seperti laron yang beterbangan. Mereka berlarian tidak tentu arah, kacau balau, dan tidak lagi menghiraukan sekelilingnya.
وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ
Wa takūnul-jibālu kal-‘ihnil-manfūsy(i).
dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan.
Dan pada hari kiamat itu pula gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Gunung yang demikian kekar diempaskan sehingga menjadi abu, kemudian disapu oleh angin dahsyat hingga beterbangan, menjadikan bumi terhampar rata.
فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
Fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh(ū).
Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya,
Maka adapun orang yang berat timbangan kebaikan-nya, baik berupa ibadah ritual maupun sosial yang dikerjakan dengan ikhlas,
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۗ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan.
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan dan membahagiakan. Itulah surga yang penuh nikmat.
وَاَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗۙ
Wa ammā man khaffat mawāzīnuh(ū).
Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya,
Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan,
فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ ۗ
Fa ummuhū hāwiyah(tun).
tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah.
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا هِيَهْۗ
Wa mā adrāka mā hiyah.
Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu?
Menggugah perhatian manusia tentang neraka Hawiyah itu, Allah berfirman, “Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?”
نَارٌ حَامِيَةٌ ࣖ
Nārun ḥāmiyah(tun).
(Ia adalah) api yang sangat panas.
Neraka Hawiyah itu adalah api yang sangat panas dan menjadikan apa saja yang masuk ke dalamnya hancur lebur dan leleh.