Lompat ke konten
Beranda » Surat Al Qamar Arab, Latin dan Terjemah Full Lengkap

Surat Al Qamar Arab, Latin dan Terjemah Full Lengkap

Surat Al-Qamar

Bulan

Makkiyah • 55 Ayat

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

1

اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).

Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.

Terdapat keterkaitan erat antara Surah an-Najm dengan Surah al-Qamar. Bila Surah an-Najm ditutup dengan ancaman terhadap orang kafir tentang hari kiamat yang makin dekat, Surah al-Qamar diawali dengan penegasan bahwa kiamat itu benar-benar telah dekat. Allah juga menunjukkan kuasa-Nya terhadap bulan. Saat kedatangan hari kiamat yang telah ditetapkan semakin dekat, bulan pun terbelah.

2

وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).

Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”

Orang musyrik selalu enggan memercayai berita yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan jika mereka melihat dengan mata kepala satu tanda dan mukjizat yang membuktikan kebenaran ajaran beliau, mereka tetap berpaling seraya menolak kebenaran itu dan berkata, Semua yang terjadi ini sesungguhnya hanya sihir yang bersifat terus-menerus.

3

وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ

Wa każżabū wattaba‘ū ahwā’ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).

Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.

Demikianlah sikap orang musyrik, dan mereka memang senantiasa mendustakan kebenaran dari-Nya. Mereka cenderung menyimpang dari fitrah dan mengikuti keinginannya yang menjerumuskan mereka pada kesesatan, padahal setiap urusan yang terjadi pasti telah ada ketetapannya.

4

وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ

Wa laqad jā’ahum minal-ambā’i mā fīhi muzdajar(un).

Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).

Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman bagi mereka untuk tidak berbuat ingkar dan syirik.

5

حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ

Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).

(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).

Wahai Nabi Muhammad, peristiwa-peristiwa yang engkau sam-paikan kepada umatmu adalah hikmah, yaitu ilmu amaliah dan amal ilmiah, yang sempurna kebenaran dan kejelasannya. Tetapi, sesungguhnya peringatan-peringatan itu tidak berguna bagi mereka.

6

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ

Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai’in nukur(in).

Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),

Maka, berpalinglah engkau dari mereka! Orang musyrik itu akan menghadapi masa yang mengerikan, yaitu pada hari ketika penyeru, ketika malaikat atau utusan-Nya, mengajak mereka kepada sesuatu yang tidak menyenangkan, yaitu datangnya kiamat dan keharusan setiap orang mempertanggung jawabkan perbuatannya.

7

خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ

Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka’annahum jarādum muntasyir(un).

pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.

Orang yang diseru itu akan datang pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan dengan ketakutan. Keadaan ini menyebabkan mereka berjalan serampangan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.

8

مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ

Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).

Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”

Dengan patuh dan penuh rasa takut mereka segera datang kepada penyeru itu. Dalam keadaan seperti ini orang-orang kafir terus saja berkata, Ini adalah hari yang sangat sulit dihadapi.

9

۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ

Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).

Ayat-ayat berikut menguraikan siksaan duniawi atas orang-orang yang mengingkari para rasul. Sebelum mereka, yaitu kaum musyrik Mekah, sebagian besar kaum Nabi Nuh juga telah mendustakan dan menolak dakwah hamba Kami. Maka mereka mendustakan Nabi Nuh, hamba Kami yang terpilih, dan mengatakan, Dia adalah orang gila! Lalu diusirnya dengan ancaman, ejekan, dan makian dari hampir seluruh kaumnya.

10

فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ

Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.

Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”

Pembangkangan kaum Nabi Nuh makin menjadi. Meski sudah didakwahi sekian ratus tahun, hanya segelintir kaumnya yang beriman. Maka dia menengadahkan tangan, mengadu kepada Tuhannya, Sesungguhnya aku telah dikalahkan dengan keingkaran dan perlakuan buruk kaumku, maka tolonglah aku, wahai Tuhan Pemeliharaku.

11

فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ

Fa fataḥnā abwābas-samā’i bimā’im munhamir(in).

Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

Allah meperkenankan doa Nabi Nuh, lalu Kami bukakan pintu-pintu langit, yaitu awan yang mencurahkan hujan dan membanjiri permukiman kaum Nabi Nuh dengan air yang tercurah deras,

12

وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ

Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā’u ‘alā amrin qad qudir(a).

Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.

dan selain itu Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air. Karena dahsyatnya peristiwa itu, maka bertemulah air-air yang tercurah dari langit dan tersembur dari bumi itu sehingga meluap dan menimbulkan keadaan dan bencana yang telah ditetapkan untuk menghukum kaum yang mengingkari rasulnya.

13

وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ

Wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).

Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak

Limpahan air dari langit dan pancarannya dari bumi merupakan azab bagi kaum Nabi Nuh yang ingkar. Dan Kami angkut serta selamatkan dia bersama orang-orang yang beriman ke atas kapal yang terbuat dari papan yang disusun dan diikat dengan pasak,

14

تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ

Tajrī bi’a‘yuninā, jazā’al liman kāna kufir(a).

yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).

yang berlayar dengan pemeliharaan dan pengawasan Kami, sebagai ganjaran dan balasan bagi orang yang telah diingkari oleh kaumnya.

15

وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Dan sungguh, kapal itu telah Kami awetkan dan Kami jadikan sebagai tanda dan pelajaran bagi kaum yang datang kemudian. Maka, adakah orang yang mau dan bersungguh-sungguh mengambil pelajaran dari peristiwa itu? Bila hal itu tidak menyadarkannya untuk menaati ajakan rasul,

16

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

maka perhatikan betul-betul betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku.

17

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia, maka adakah di antara mereka yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepada-nya dan membantunya memahami kitab suci ini?

18

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

Sebagaimana kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Hud. Kaum ‘Ad pun telah mendustakan Nabi Hud yang telah Kami utus kepada mereka. Kami binasakan mereka, maka lihatlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku yang telah Kusampaikan melalui rasul-rasul-Ku.

19

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْ يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّۙ

Innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).

Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,

Sebagai hukuman atas keingkaran kaum ‘Ad, sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari yang mereka anggap sebagai hari nahas. Embusan yang tidak ada bandingannya itu terjadi secara terus-menerus.

20

تَنْزِعُ النَّاسَۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنْقَعِرٍ

Tanzi‘un-nās(a), ka’annahum a‘jāzu nakhlim munqa‘ir(in).

yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

Allah mengembuskan angin mahadahsyat yang membuat manusia durhaka itu bergelimpangan seakan-akan mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.

21

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

Maka perhatikanlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku kepada orang-orang yang ingkar dan durhaka.

22

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ

Wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Peristiwa yang menimpa kaum ‘Ad merupakan pelajaran berharga bagi orang yang mau memperhatikan. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi semua manusia. Maka, adakah di antara mereka orang yang mau mengambil pelajaran sehingga Allah melimpahkan karunia kepadanya dan membantunya memahami kitab suci ini?

23

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ

Każżabat ṡamūdu bin-nużur(i).

(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.

Seperti kaum Nabi Nuh dan kaum ‘Ad, kaum Samud pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Saleh. Kaum Samud pun telah mendustakan rasul Allah dan peringatan itu

24

فَقَالُوْٓا اَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهٗٓ ۙاِنَّآ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍ

Fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi‘uh(ū), innā iżal lafī ḍalāliw wa su‘ur(in).

Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia biasa di antara kita yang tidak memiliki keistimewaan dan pengikut, sedang dia mengajarkan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan nenek moyang kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.

25

ءَاُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنْۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ اَشِرٌ

A’ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir(un).

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.”

Apakah wahyu itu justru diturunkan kepadanya, bukan kepada orang lain di antara kita yang lebih istimewa dan berpengaruh? Pastilah dia seorang pendusta besar lagi sombong.”

26

سَيَعْلَمُوْنَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْاَشِرُ

Saya‘lamūna gadam manil-każżābul-asyir(u).

Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu.

Allah membantah, “Kelak, saat bukti-bukti yang menguatkan kenabiannya ditampakkan, mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya layak disebut sangat pendusta dan sombong itu.”

27

اِنَّا مُرْسِلُوا النَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَارْتَقِبْهُمْ وَاصْطَبِرْۖ

Innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqibhum waṣṭabir.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh).

Sesungguhnya Kami akan menciptakan dan mengirimkan seekor unta betina sebagai mukjizat yang membuktikan kebenaran Nabi Saleh dan sebagai cobaan bagi mereka, apakah mereka beriman atau tidak. Maka sesudah kami kirimkan unta itu, tunggulah tindakan mereka kepadanya dan bersabarlah menanti tindakan Kami terhadap mereka.

28

وَنَبِّئْهُمْ اَنَّ الْمَاۤءَ قِسْمَةٌ ۢ بَيْنَهُمْۚ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ

Wa nabbi’hum annal-mā’a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar(un).

Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum.

Wahai Nabi Saleh, dan beritahukanlah kepada mereka, yaitu kaum Samud, bahwa air sumur yang menjadi sumber minum mereka itu dibagi di antara mereka dengan unta betina itu; setiap orang berhak mendapat giliran minum dan hanya bisa mengambil jatah sesuai giliran tersebut.

29

فَنَادَوْا صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطٰى فَعَقَرَ

Fa nādau ṣāḥibahum fa ta‘āṭā fa ‘aqar(a).

Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya.

Mereka merasa kecewa dengan pembagian jatah air itu. Maka mereka memanggil kawannya yang dikenal kuat dan kejam untuk membunuh unta itu, lalu dia menangkap unta itu dan memotongnya. Akibat kedurhakaan ini,

30

فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Fakaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).

Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!

maka lihatlah betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku kepada mereka.

31

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَكَانُوْا كَهَشِيْمِ الْمُحْتَظِرِ

Innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānū kahasyīmil-muḥtaẓir(i).

Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.

Begitu unta tersebut dibunuh, datanglah azab Allah kepada mereka. Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras dan mengguntur, maka dengan sangat cepat jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.

32

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Uraian pada ayat-ayat sebelumnya menjadi pelajaran bagi mereka mau berpikir dan mengambil ibrah. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantu dia memahami isinya?

33

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ

Każżabat qaumu lūṭim bin-nużur(i).

Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.

Beralih dari kisah Kaum Samud dan azab yang menimpa mereka, Allah lalu bertutur tentang kisah Nabi Lut. Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan nabinya itu.

34

اِنَّآ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍ ۗنَجَّيْنٰهُمْ بِسَحَرٍۙ

Innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lūṭ(in), najjaināhum bisaḥar(in).

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing

Akibat keingkaran mereka, sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang berembus amat kencang dan membawa batu-batu untuk kami timpakan kepada mereka, kecuali keluarga Lut. Kami selamatkan mereka dari bencana itu sebelum fajar menyingsing.

35

نِّعْمَةً مِّنْ عِنْدِنَاۗ كَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ شَكَرَ

Ni‘matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar(a).

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Kami lakukan itu semua sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami selalu memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

36

وَلَقَدْ اَنْذَرَهُمْ بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْا بِالنُّذُرِ

Wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur(i).

Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu.

Allah tidak menimpakan azab itu kepada kaum Nabi Lut secara tiba-tiba karena sebelumnya mereka telah diberi peringatan. Dan sungguh, dia telah memperingatkan mereka agar berhenti dari kedurhakaan yang akan menyebabkan jatuhnya hukuman Kami, tetapi mereka tetap mendustakan peringatan-Ku.

37

وَلَقَدْ رَاوَدُوْهُ عَنْ ضَيْفِهٖ فَطَمَسْنَآ اَعْيُنَهُمْ فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Wa laqad rāwadūhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a‘yunahum fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).

Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

Puncak keingkaran kaum Nabi Lut adalah kebiasaan mereka berhubungan seksual sesama jenis. Suatu hari Nabi Lut kedatangan tamu pria. Mereka pun bergegas ke rumah Nabi Lut. Dan sungguh, mereka telah membujuknya agar menyerahkan tamunya itu kepada mereka untuk diajak berhubungan seksual, lalu Kami butakan mata mereka akibat kedurhakaan ini, maka rasakanlah betapa pedih azab-Ku dan peringatan-Ku!

38

وَلَقَدْ صَبَّحَهُمْ بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّۚ

Wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr(un).

Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus.

Tidak hanya membutakan mata mereka, Allah juga menimpakan kepada mereka azab yang lebih pedih. Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap sehingga binasalah mereka semua.

39

فَذُوْقُوْا عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).

Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!

Maka rasakanlah betapa pedihnya azab-Ku dan bukti dari peringatan-Ku!

40

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ࣖ

Wa laqad yassarnal-qur’āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Allah menuturkan kisah ini untuk mengingatkan betapa besar nikmat-Nya kepada manusia. Allah ingin agar manusia mau mengambil dari kisah itu pelajaran bagi kehidupannya. Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk dijadikan peringatan, maka adakah orang yang secara sungguh-sungguh mau mengambil pelajaran darinya sehingga Allah melimpahkan karunia dan membantunya memahami isinya?

41

وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ

Wa laqad jā’a āla fir‘aunan-nużur(u).

Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun.

Dari kisah kaum Nabi Lut Allah beralih menyebut kisah Fir’aun dan kaumnya. Dan sungguh, peringatan Kami telah datang kepada keluarga Fir’aun dan kaumnya agar mereka beriman kepada Allah Yang Esa.

42

كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كُلِّهَا فَاَخَذْنٰهُمْ اَخْذَ عَزِيْزٍ مُّقْتَدِرٍ

Każżabū bi’āyātinā kullihā fa’akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir(in).

Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Namun, mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya yang ditunjukkan oleh Nabi Musa, maka Kami azab mereka dengan azab dari Allah Yang Mahaperkasa, lagi Mahakuasa.

43

اَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ اُولٰۤىِٕكُمْ اَمْ لَكُمْ بَرَاۤءَةٌ فِى الزُّبُرِۚ

Akuffārukum khairum min ulā’ikum am lakum barā’atun fiz-zubur(i).

Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?

Allah kemudian mengalihkan arah komunikasi kepada kaum musyrik Mekah. Wahai kaum musyrik, apakah orang-orang kafir di lingkunganmu yang lebih baik daripada mereka yang telah dikisahkan itu, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan dari azab seperti yang tercantum dalam kitab-kitab terdahulu, sehingga kamu bersikeras untuk ingkar?

44

اَمْ يَقُوْلُوْنَ نَحْنُ جَمِيْعٌ مُّنْتَصِرٌ

Am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).

Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”

Peringatan itu tidak diperhatikan oleh kaum musyrik Mekah. Atau mereka mengatakan dengan penuh kesombongan, “Kami ini golongan yang sangat kompak dan selalu bersatu. Kami adalah golongan yang pasti menang dalam menghadapi siapa saja.”

45

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّوْنَ الدُّبُرَ

Sayuhzamul-jam‘u wa yuwallūnad-dubur(a).

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).

Allah menegasikan keyakinan kaum kafir itu . Golongan itu pasti akan dikalahkan oleh kaum yang beriman dan mereka akan mundur ke belakang sambil berlari pontang-panting.

46

بَلِ السَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَالسَّاعَةُ اَدْهٰى وَاَمَرُّ

Balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).

Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Kekalahan mereka di dunia bukan akhir segalanya karena di akhirat mereka juga akan menerima azab atas kekafirannya. Bahkan, hari Kiamat itulah hari paling sulit yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka, dan hari Kiamat itu lebih dahsyat daripada semua bencana dunia dan lebih pahit karena siksa itu berlanjut tanpa akhir.

47

اِنَّ الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ ضَلٰلٍ وَّسُعُرٍۘ

Innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su‘ur(in).

Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

Uraian tentang peringatan terhadap kaum kafir Mekah diikuti oleh penjelasan mengenai siksa bagi pendosa dan pahala bagi orang yang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan saat di dunia, dan di akhirat kelak akan berada dalam neraka yang penuh siksa pedih.

48

يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

Yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).

Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.”

Pada hari mereka yang kafir itu diseret ke neraka pada wajahnya, dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah sentuhan api neraka yang sangat panas itu.”

49

اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ

Innā kulla syai’in khalaqnāhu biqadar(in).

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.

Apa yang terjadi pada semua makhluk sudah ditetapkan oleh Allah. Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran, yaitu suatu sistem dan ketentuan yang telah ditetapkan.

50

وَمَآ اَمْرُنَآ اِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ ۢبِالْبَصَرِ

Wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).

Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.

Dan ketahuilah bahwa semua perintah Kami yang menyangkut apa pun hanyalah diungkapkan dengan satu perkataan yang mudah dan cepat, seperti kejapan mata.

51

وَلَقَدْ اَهْلَكْنَآ اَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Wa laqad ahlaknā asy-yā‘akum fahal mim muddakir(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Azab atas kaum-kaum terdahulu membuktikan betapa Allah Mahakuasa. Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang kekafirannya serupa dengan kamu, wahai kaum musyrik Mekah. Maka, adakah di antara kamu orang yang mau mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa itu?

52

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ

Wa kullu syai’in fa‘alūhu fiz-zubur(i).

Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).

Kami juga mengetahui apa saja yang berkaitan dengan mereka. Dan untuk membuktikan perilaku mereka, segala sesuatu yang telah mereka perbuat kapan dan di mana pun tercatat dengan rinci oleh malaikat Kami dalam buku-buku catatan.

53

وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ

Wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).

Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauhulmahfuz).

Dan di samping itu, segala sesuatu baik yang kecil dan remeh maupun yang besar dan penting tertulis di sana dengan rinci.

54

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَهَرٍۙ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai

Bila orang-orang musyrik diseret pada wajahnya ke arah neraka, maka sungguh, orang-orang yang benar-benar bertakwa secara tulus berada di taman-taman dan sungai-sungai yang beragam.

55

فِيْ مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُّقْتَدِرٍ ࣖ

Fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir(in).

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mereka tinggal di tempat yang disenangi dan penuh kebahagiaan, di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.

Ayat berhasil disalin!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *