Surat Al-‘Adiyat
Kuda Perang yang Berlari Kencang
Makkiyah • 11 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
Wal-‘ādiyāti ḍabḥā(n).
Demi kuda-kuda perang yang berlari kencang terengah-engah,
Demi kuda perang yang berlari kencang dan bernafas terengah-engah ke arah musuh dengan penuh keberanian dan semangat guna membawa tuannya berperang di jalan Allah.
فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
Fal-mūriyāti qadḥā(n).
yang memercikkan bunga api (dengan entakan kakinya),
Dan demi kuda yang memercikkan bunga api karena hentakan kuku kakinya beradu dengan batu batu. Hal ini menunjukkan keberaniannya menghadapi rintangan sebesar apa pun.
فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
Fal-mugīrāti ṣubḥā(n).
yang menyerang (dengan tiba-tiba) pada waktu pagi
Dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba pada waktu pagi hal ini menunjukkan kesiagaannya untuk berjihad tanpa mengenal waktu,
فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
Fa’aṡarna bihī naq‘ā(n).
sehingga menerbangkan debu,
sehingga dengan serangan kuda-kuda itu menerbangkan debu yang tebal, tanda betapa dahsyat serangan mereka ke arah musuh,
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
Fawasaṭna bihī jam‘ā(n).
lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
lalu menyerbu bersama dengan kepulan debu itu ke tengah-tengah kumpulan musuh dengan gagah berani.
اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ
Innal-insāna lirabbihī lakanūd(un).
sesungguhnya manusia itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya.
Demi kuda-kuda perang yang demikian sifatnya, sungguh manusia itu enggan bersyukur dan sangat ingkar kepada nikmat Tuhannya. Manusia, kecuali yang dirahmati Allah, malas bersyukur ketika mendapatkan nikmat dan tidak mau memenuhi kewajiban yang dibebankan kepadanya.
وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ
Wa innahū ‘alā żālika lasyahīd(un).
Sesungguhnya dia benar-benar menjadi saksi atas hal itu (keingkarannya).
dan sesungguhnya dia mengakui dan menyaksikan keingkarannya itu. Hal itu bisa dilihat dari mudahnya manusia bermaksiat kepada Allah.
وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ
Wa innahū liḥubbil-khairi lasyadīd(un).
Sesungguhnya cintanya pada harta benar-benar berlebihan.
Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. Kecintaan berlebihnya pada harta membuatnya materialistis, mengumpulkan harta dengan jalan apa pun, tidak peduli halan atau haram. Cintanya itu juga membuatnya bakhil dan cenderung menggunakannya untuk sesuatu yang tidak benar.
۞ اَفَلَا يَعْلَمُ اِذَا بُعْثِرَ مَا فِى الْقُبُوْرِۙ
Afalā ya‘lamu iżā bu‘ṡira mā fil-qubūr(i).
Maka, tidakkah dia mengetahui (apa yang akan dialaminya) apabila dikeluarkan apa yang ada di dalam kubur
Maka tidakkah dia mengetahui apabila apa yang di dalam kubur dikeluarkan dan dibangkitkan pada hari kiamat untuk mempertanggung-jawabkan amalnya,
وَحُصِّلَ مَا فِى الصُّدُوْرِۙ
Wa ḥuṣṣila mā fiṣ-ṣudūr(i).
dan ditampakkan apa yang tersimpan di dalam dada?
dan tidakkah mereka mengetahui nasibnya bila apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan, baik itu keimanan maupun kekafiran? Kelakuan seseorang adalah cerminan isi hatinya. Buruknya perilaku seseorang merupakan pertanda buruknya hati orang tersebut, demikian sebaliknya.
اِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّخَبِيْرٌ ࣖ
Inna rabbahum bihim yauma’iżil lakhabīr(un).
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu benar-benar Maha Teliti terhadap (keadaan) mereka.
Sungguh, Tuhan mereka pada hari itu Mahateliti terhadap keadaan mereka. Allah mencatat dengan rinci dan detail apa yang dilakukan manusia. Dengan bukti itu Allah akan menghisab dan memberi balasan yang sesuai kepada mereka.